Pages

Ads 468x60px

.

Labels

Kamis, 03 Januari 2013

Prediksi E-learning Di Indonesia

Prediksi E-Learning di Indonesia
Pengembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat telah menyentuh wilayah pendidikan Indonesia selama kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.
Peningkatan jumlah pengguna media sosial dan internet juga turut memberi sumbangsih dan nilai positif dalam upaya pengembangan kualitas pendidikan bangsa. Berikut ini merupakan prediksi E-Learning di Indonesia yang dituliskan berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh admin MuhaiminAbd.com pada bulan April 2012 dengan tema "Students' Perception toward The Use of Learning Management System (Moodle) in Teaching Translation. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV jurusan Bahasa Inggris prodi pendidikan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar respon/persepsi mahasiswa terhadap penggunaan e-learning sebagai metode pelengkap dari model face-to-face dalam pembelajaran.

Background Sampel
Sampel dari penelitian ini merupakan mahasiswa dengan usia 19 - 21 tahun. Mayoritas dari mereka (95%) memiliki dan sering mengoperasikan komputer/laptop. Sekitar 90% dari sampel menyatakan bahwa mereka menggunakan komputer/laptop dengan tujuan untuk mengerjakan tugas, sisanya untuk hiburan dan internet. 90% sampel berasal dari sekolah (SMA/MA) yang terletak di desa, dimana pelajaran komputer dipelajari sekali seminggu dengan metode campuran antara teori dan praktek.

Persepsi terhadap E-Learning
99% sampel dari penelitian ini mengharapkan agar e-learning dapat diterapkan dan bisa lebih dominan untuk digunakan sebagai media penyampaian bahan ajar oleh guru. Semua sampel beralasan bahwa metode e-learning dapat memudahkan mereka dalam menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Materi e-learning dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Seluruh mahasiswa dapat belajar meskipun tanpa arahan dari dosen. Penyampaian bahan ajarpun lebih efektif dibandingkan dengan hanya menerapkan metode face to face.

Kelebihan lainnya, dengan penerapan e-learning, rasa percaya diri mahasiswa meningkat lebih signifikan jika dibandingkan denga metode pembelajaran tanpa menggunakan e-learning. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan terfasilitasi dalam belajar karena e-learning (moodle) memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap dan efisien. Pengerjaan tugas menjadi lebih mudah dan singkat. E-Learning (moodle) juga memiliki sarana diskusi yang sangat interaktif dan efisien untuk digunakan untuk bertukar pikiran bersama teman sekelas/kelompok, bahkan dengan dosen.

Prediksi E-Learning
Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan e-learning merupakan sebuah terobosan baru yang dapat mengubah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan dari hasil observasi (kuesioner) dan wawancara, ditemukan bahwa e-learning menggunakan moodle membawa pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Materi-materi yang diunggah ke situs e-learning yang digunakan pada saat penelitian telah diakses oleh mahasiswa setidaknya 3 kali per materi (per pertemuan) dengan waktu rata-rata di situs mencapai 5 - 10 menit per mahasiswa. Seluruh sampel dalam penelitian ini memanfaatkan seluruh fitur dari LMS moodle (baca fitur-fitur moodle pada artikel yang berjudul: "Features of Moodle Based Learning Management System".

Setidaknya, itulah gambaran kasar dari penelitian mengenai penggunaan Learning Management System Moodle dalam pembelajaran. E-Learning sangat diharapkan oleh mahasiswa untuk dapat lebih dominan diterapkan dalam pembelajaran guna mencapai hasil belajar yang lebih maksimal mengingat e-learning dapat menutupi kekurangan dari pembelajaran tatap muka yang selama ini diterapkan sebagai metode tunggal dalam penyampaian bahan ajar oleh dosen. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar