Prediksi
E-Learning di Indonesia
Pengembangan
teknologi yang semakin hari semakin pesat telah menyentuh wilayah pendidikan
Indonesia selama kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.
Peningkatan jumlah
pengguna media sosial dan internet juga turut memberi sumbangsih dan nilai
positif dalam upaya pengembangan kualitas pendidikan bangsa. Berikut ini
merupakan prediksi E-Learning di Indonesia yang dituliskan berdasarkan sebuah
penelitian yang dilakukan oleh admin MuhaiminAbd.com pada bulan April 2012
dengan tema "Students' Perception toward The Use of Learning Management
System (Moodle) in Teaching Translation. Sampel dalam penelitian ini adalah
mahasiswa semester IV jurusan Bahasa Inggris prodi pendidikan Fakultas Bahasa
dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui dan mengukur seberapa besar respon/persepsi mahasiswa terhadap penggunaan
e-learning sebagai metode pelengkap dari model face-to-face dalam
pembelajaran.
Background
Sampel
Sampel
dari penelitian ini merupakan mahasiswa dengan usia 19 - 21 tahun. Mayoritas
dari mereka (95%) memiliki dan sering mengoperasikan komputer/laptop. Sekitar
90% dari sampel menyatakan bahwa mereka menggunakan komputer/laptop dengan
tujuan untuk mengerjakan tugas, sisanya untuk hiburan dan internet. 90% sampel
berasal dari sekolah (SMA/MA) yang terletak di desa, dimana pelajaran komputer
dipelajari sekali seminggu dengan metode campuran antara teori dan praktek.
Persepsi
terhadap E-Learning
99%
sampel dari penelitian ini mengharapkan agar e-learning dapat diterapkan dan
bisa lebih dominan untuk digunakan sebagai media penyampaian bahan ajar oleh
guru. Semua sampel beralasan bahwa metode e-learning dapat memudahkan mereka
dalam menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Materi e-learning dapat diakses
kapanpun dan dimanapun. Seluruh mahasiswa dapat belajar meskipun tanpa arahan
dari dosen. Penyampaian bahan ajarpun lebih efektif dibandingkan dengan hanya
menerapkan metode face to face.
Kelebihan
lainnya, dengan penerapan e-learning, rasa percaya diri mahasiswa meningkat
lebih signifikan jika dibandingkan denga metode pembelajaran tanpa menggunakan
e-learning. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan terfasilitasi dalam belajar
karena e-learning (moodle) memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap dan
efisien. Pengerjaan tugas menjadi lebih mudah dan singkat. E-Learning (moodle)
juga memiliki sarana diskusi yang sangat interaktif dan efisien untuk digunakan
untuk bertukar pikiran bersama teman sekelas/kelompok, bahkan dengan dosen.
Prediksi
E-Learning
Peneliti
menyimpulkan bahwa penggunaan e-learning merupakan sebuah terobosan baru yang
dapat mengubah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan
dari hasil observasi (kuesioner) dan wawancara, ditemukan bahwa e-learning
menggunakan moodle membawa pengaruh positif terhadap minat belajar siswa.
Materi-materi yang diunggah ke situs e-learning yang digunakan pada saat
penelitian telah diakses oleh mahasiswa setidaknya 3 kali per materi (per
pertemuan) dengan waktu rata-rata di situs mencapai 5 - 10 menit per mahasiswa.
Seluruh sampel dalam penelitian ini memanfaatkan seluruh fitur dari LMS moodle
(baca fitur-fitur moodle pada artikel yang berjudul: "Features of Moodle Based Learning Management System".
Setidaknya,
itulah gambaran kasar dari penelitian mengenai penggunaan Learning Management
System Moodle dalam pembelajaran. E-Learning sangat diharapkan oleh mahasiswa
untuk dapat lebih dominan diterapkan dalam pembelajaran guna mencapai hasil
belajar yang lebih maksimal mengingat e-learning dapat menutupi kekurangan dari
pembelajaran tatap muka yang selama ini diterapkan sebagai metode tunggal dalam
penyampaian bahan ajar oleh dosen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar