Pages

Ads 468x60px

.

Labels

Rabu, 26 Desember 2012

Dapatkah Pembelajaran E-learning Di Terapkan Di Indonesia


  •  Aspek sosial-cultur
Indonesia tentu memiliki beragam budaya yang berbeda-beda setiap daerahnya namun menurut saya masyarakat di Indonesia lebih banyak menyelesaikan kegiatan secara kebersamaan atau bergotong royong. Kebiasaan ini berlaku di setiap daerah di Indonesia.
Masyarakat Indonesia juga lebih suka berinteraksi secara langsung (bertemu) dalam berkomunikasi karena menurut mereka kebiasaan bertemu ini lebih sopan dibanding melalui media telephon atau media komunikasi lain atau dalam masyarakat jawa disebut “ srawung” jika dilihat dari pengertian pembelajaran jarak jauh yaitu kegiatan pembelajaran yang pebelajar dan pembelajarannya dilakukan secara terpisah dengan menggunakan internet tentu sedikit keluar dari kebiasaan sosial cultur di Indonesia yaitu kebiasaan untuk bertemu secara langsung dengan orang lain, namun menurut saya pembelajaran e-learing dapat diterapkan di Indonesia karena dalam pembelajarn e-learning aspek sosial juga dapat di junjung dengan mendesain pembelajaran yang interaktif dan aktif. Selain itu masyarakat juga sudah menyadari bahwa keberadaan teknologi komputer juga menjadi sebuah kebutuhan yang penting dalam mengatur interaksi dengan orang lain. Adanya e-learning dapat menjawab kebutuhan alternatif pendidikan yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja tanpa ada batasan apapun. 
  •   Aspek teori belajar
Teori belajar yang banyak diterapkan di Indonesia adalah teori belajar yang berpijak pada behavioristik dimana pembelajaran lebih banyak dilakukan secara tatap muka atau konvensional di dalam sebuah ruangan. Guru menjadi pusat dalam pembelajaran. Namun menurut saya pembelajaran e-learning dapat dilaksanakan karena sekarang pembelajaran behavioristik sudah banyak yang beralih pada pembelajaran yang berpijak pada pembelajaran yang konstrustivistik dan kognitif. Dengan adanya e-learning siswa tidak dibatasi lagi untuk belajar dalam ruangan melainkan siswa dapat belajar dimana saja, siswa juga dapat mencari sumber belajar sendiri, tidak hanya diperoleh dari guru saja melainkan dari manapun. Dalam e-learning guru berperan sebagai fasilisitator bukan sebagai pokok dalam pembelajaran sehingga siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar